Selamat Datang

OBYEK WISATA DI KEBUMEN

SENDANG PELUS BUAYAN




Wisata Kebumen kali ini menyusuri Obyek wisata alam , salah satunya yaitu sendang pelus.Sendang Pelus ini terletak di Kecamatan Buayan, atau 10 km selatan Gombong dan 31 km barat daya Kebumen. Air yang ke luar dari celah batu gamping di bawah perbukitan membentuk sebuah sendang yang memiliki garis tengah sekitar 5 m. Dan air yang disalurkan melalui parit, atau di bagian hilirnya dipakai oleh penduduk setempat untuk keperluan memasak, mandi dan mencuci.

Sendang Pelus ini atau mata air ini dihuni oleh 7 ekor pelus sejenis belut besar yang dikeramatkan. Dan Pada hari tertentu banyak orang menaruh sesaji di pinggir sendang dan memohon supaya cita-cita dan keinginannya terkabul. Upacara ritual ini diakhiri dengan memberi makan pelus, berupa nasi dan telur goreng. Pemberian makanan dilakukan melalui juru kunci penjaga sendang, yang dijabat secara turun-temurun. Setahun sekali sendang dibersihkan, secara ritual didahului dengan upacara yang digelar secara adat dan tradisi setempat.

Menguak Misteri Sendang Pelus
 

Rogodadi adalah desa  di Kecamatan Buayan, Kebumen, Jawa Tengah.
Terkenal dengan sendang pelusnya yaitu sendang tempat mata air yang di dalamnya ada ikan air tawar seperti belut yang berukuran extra besar yang disebut pelus,mata pencaharian sebagian penduduknya adalah petani dan penambang, selain sering disebut dengan nama Rogodadi desa ini juga biasa disebut dengan nama Meto/Metho, desa yang berbentuk lembah dengan pemandangan di barat berupa perbukitan dan di timur berupa sawah yang terbentang luas.






Di kaki bukit yang terletak di desa Meto Rogodadi kecamatan Buayan ada sebuah mata air yang tidak pernah kering dengan airnya yang sangat jernih. Mata air itu sekarang dikelilingi tembok dan tertampung dalam kolam  semen yang mempertahankan bentuk aslinya. Karena perkembangan jaman dan semakin banyaknya orang berkunjung kesana maka dibuatlah pagar keliling dan lantai semen sehingga memudahkan orang untuk jalan berkeliling.

Suasana mistis segera terasa begitu kaki menginjak halaman tempat itu yang terkenal dengan nama Sendang Pelus. Pohon-pohon rimbun yang mengelilinginya seolah merangkul dan melindungi tempat itu dari gangguan siapa saja. Agak ragu-ragu penulis akan melangkah lebih jauh kedalam. Keraguan ini memancing perhatian seorang wanita yang memberi tahu kalau tempat itu ada yang mengurusnya atau juru kuncinya dan akan memanggilnya.



Lagi-lagi muncul seorang wanita,ibu-ibu yang terbilang tidak muda lagi mendekat dan menyalami penulis seolah memberi tanda dan mengatakan bahwa dirinyalah si juru kunci yang ditunggu-tunggu. Jarang memang juru kunci seorang wanita. Dari penjelasannya memang dialah juru kunci Sendang Pelus menggantikan suaminya juru kunci sebenarnyai yang meninggal tahun lalu. Sukini nama wanita yang kini berusia 59 tahun ini ditunjuk oleh desa menjadi juru kunci sebagai penghormatan kepada almarhum suamimya Ronowiharjo yang telah mengabdikan dirinya sebagai juru  kunci sejak tahun 1972 hingga akhir hayatnya.

PELUS KERAMAT





Dari namanya Sendang Pelus  bisa dipastikan bahwa ada pelus yang hidup atau menjadi penghuni sendang itu. Menurut Sukini ada sembilan ekor pelus yang sampai saat ini bersembunyi di lubang-lubang sendang dan hanya menunjukkan dirinya bila Sukini memberinya makanan. Kesukaan pelus-pelus ini nasi dan telor goreng seperti ketika dia meminta penulis menunggu sebentar dan kembali membawa sepiring nasi berikut dua telor goreng ceplok yang sengaja warna kuningnya dominan mungkin untuk menarik perhatiannya. Dengan sebatang kayu telor itu dipotong-potong dalam beberapa bagian kemudian ditusuk dengan ujung kayu tadi dan digerak-gerakkan didepan lubang dimana pelus-pelus itu bersembunyi. Lalu muncullah dari dalam lubang pelus-pelus yang misterius itu. Separuh badannya keluar dan separuhnya masih didalam lubang.

Melihat rupa dan warnanya kesan mistiknya lalu muncul. Rupanya mirip ikan Bayong tapi dengan ukuran yang besar memanjang seperti ular dengan sisik kehitam-hitaman Yang muncul waktu penulis melihatnya cukup besar menurut Sukini beratnya sekitar tujuh kilo sedang yang paling besar jarang sekali keluar meskipun “dipancing” dengan makanan yang sama. Di sendang bagian atas ada lima ekor sedang di hilir yang menyatu dengan selokan selebar kurang lebih tiga meter ada empat ekor.

Menurut Sukini pelus-pelus itu sangat menikmati tinggal disitu karena tidak ada yang berani mengusiknya. Bagaimana mau memancingnya kalau melihat rupanya saja sudah ngeri. Pelus-pelus ini juga mempunyai anak namun jumlahnya tidak pasti dan cenderung “lenyap” begitu saja tanpa diketahui kemana larinya. Dan anehnya pelus-pelus yang hidup disitu seolah-olah tidak bisa diganggu oleh kehadiran ikan-ikan lain. Pernah dicoba memasukkan ikan emas dengan harapan akan memberi “warna” dan nuansa lain supaya lebih semarak tetapi ikan-ikan tadi tidak bertahan lama karena hanyut ke selokan dan entah kemana.

Ada beberapa ikan kecil yang bergerombol itupun menurut Sukini juga ikan-ikan “bawaan” sudah sejak  lama hidup berdampingan secara damai dengan para pelus yang berwi bawa itu. Pelus laki-laki warna sisiknya lebih hitam sedang yang perempuan lebih terang dan Sukini menyebutnya lebih putih. Dia ketawa waktu penulis mengomentarinya “wah kaya manusia saja perempuannya lebih menarik”. Keberadaan pelus-pelus ini tidak diketahui dengan pasti. Sejak kakek Sukini yang juga menjabat sebagai juru kunci pelus-pelus ini sudah ada, tentu saja keturunannya entah generasi yang keberapa.
Wisata Sendang Pelus nuansa mistisnya sangat kental ini sangat terasa begitu memasuki halaman sendang rasanya ada semacam “pesan” supaya kita jangan ribut atau berteriak layaknya kalau kita berwisata ke pantai atau tempat-tempat lain yang memberi keceriaan kepada pe ngunjungnya. Perilaku sopan,tidak mengeluarkan suara-suara keras seolah otomatis hinggap begitu saja tanpa ada yang memerintahkan atau memintanya.

TUJUAN WISATA




Sendang Pelus merupakan tujuan wisata meski tidak sekelas dengan rekan-rekan tujuan wisata di Kabupaten Kebumen lainnya. Namun secara mistis Sendang Pelus memperoleh perhatian yang cukup besar karena keunikannya. Sendang Pelus merupakan rangkaian tujuan Wisata mistis dari arah barat yang kesohor aura kemistikannya, Gunung Srandil. Gunung yang konon tempat para pemimpin neger ini bersemedi dan mengheningkan pikiran serta memperoleh wangsit. Dari Gunung Srandil kemudian ke Karangbolong. Sendang Pelus dan Bulu Pitu di Kebumen.

Menurut Sukini Sendang Pelus sehari-hari sepi hanya dikunjungi oleh beberapa orang saja. Di hari libur sekolah pengunjungnya lebih banyak dan banyak pula pelajar yang berkunjung untuk memperoleh bahan karya tulisnya. Dari para pengunjunglah Sukini memperoleh pemasukan yang tidak ditentukan besarnya.

Sebagai wanita yang ulet Sukini melihat bahwa daerah sekitar sendang yang berbukit-bukit itu bisa dimanfaatkan untuk mengisi kekosongannya yang hidup seorang diri. Anak-anak yang jumlahnya ada lima orang tidak ada yang menetap di Rogodadi. Meskipun seorang wanita Sukini tidak segan-segan menyingsingkan lengan bajunya sebagai penjual batu split dan batu untuk pondasi. Kegiatan ini merupa kan penopang kebutuhan sehari-harinya karena sebagai juru kunci hanya tergantung dengan  ada tidaknya pengunjung Sendang Pelus. Sebagai juru kunci almarhum suaminya sejak tahun 1972 sama sekali tidak menerima gaji atau honorarium demikian pula Sukini. Seingat penulis dalam Peraturan Bupati Kebumen No.45 Th 2012 tentang Standarisasi biaya umum kegiatan Tahun Anggaran 2013 ada tercantum upah juru kunci namun tidak begitu jelas juru kunci Sendang Pelus masuk kategori yang mana.  
                                                                                   
TRADISI

Warga desa  Rogodadi selalu melaksanakan syukuran setiap satu tahun sekali dengan menyembelih seekor kerbau. Pemotongan kerbau ini sudah berlangsung turun temurun dengan dimeriahkan kesenian Lengger atau Tayuban. Syukuran yang hingga kini masih dilestarikan ini sepenuhnya menjadi tanggungan desa. Syukuran juga berkaitan dengan berhasilnya panen dan sebagai penolak bala serta demi keselamatan warga desa Rogodadi.  

Sumber : www.mediaobsesi.com, www.wisatakebumen.info

Tidak ada komentar:

Posting Komentar